anissanovita11u's blog

Just another weblog

gaya pacaran dan komunikasi

December5

pacaran oleh sebagian orang mungkin hal yang lumrah. tapi kita sadar atau tidak sebenarnya pacaran merupakan prilaku yang tidak sesuai dengan adat dan budaya moral yang berkembang di Indonesia. dan disadari atau tidak menurut pendapat saya pacaran adalah suatu tindakan yang sedikit banyak menurunkan kualitas hidup masyarakat terutama di Indonesia, kenapa?

karena pertama ditilik dari usia lazimnya orang berpacaran adalah usia-usia yang sangat labil, biasanya dimulai dari remaja usia SMP sampai anak-anak bangku kuliahan. buruknya adalah siapapun tahu pada masa-masa itu adalah masa dimana manusia mancari jati dirinya dan fokus masa depannya, lalu apa yang terjadi jika pacaran telah merajalela pada kalangan usia-usia rentan seperti usia SMP. tentunya hal ini akan menghambat kreatifitas mereka dan memberikan tembok pembatas gaya pemikiran mereka bahwa di dunia ini hanya ada “dia” dan “aku”, sehingga isu-isu yang lain mengenai dunia ini, misalnya saja pendidikan mereka menjadi prioritas kesekian dalam hidupnya.

mungkin hal ini tidak sangat buruk bila terjadi di kota, karena tuntutan pendidikan di kota jauh lebih besar, motivasi berpendidikan sudah sangat kuat di kota-kota besar. tapi apa jadinya jika wabah pacaran ini terjadi di desa ? dimana mayoritas warga desa belum mempunyai motivasi besar untuk menjadi seseorang yang terdidik. bersekolah SD saja sudah memberikan prestise yang lumayan bagi warga desa. yang ujungnya akan berakibat menurunnya kualitas masyarakat di desa tersebut.

kebanyakan masyarakat Indonesia masih kurang arif memaknai pacaran, pacaran selalu saja lekat hubungan dengan seks. dimana ada sebuah perjanjian antara kedua kekasih itu bahwa salah satu mereka adalah milik salah satu yang lainnya.

pacaran selalu saja identik dengan pegangan tangan, cium pipi, dan pelukan. mungkin saat ini menurut pengamatan saya sebagai orang yang baru saja dewasa kejadian seks bebas sampai melakukan intim belum banyak terjadi. tapi bukan berarti menutup kemungkinan bahwa hal ini akan terjadi dan menjadi hal yang lumrah dalam praktek perpacaran. apalagi jika kita flashback dari masa lalu. misalnya di tahun 1950-an gaya pacaran orang-orang umumnya masih sangat malu-malu, pegang tangan pun masih jadi hal yang “wah” kala itu. tapi kini kita bisa saksikan berpegangan tangan untuk sebagian besar pasangan merupakan hal yang biasa saja. dan tidak tertutup kemungkinan 10, 20 atau 30 tahun mendatang gaya pacaran dengan seks yang intim sudah menjadi sangat biasa.

saya lihat dan perhatikan sekeliling saya, dan timbul pertanyaan dalam benak saya mengapa pacaran menjadi suatu hal yang sangat memegang prioritas penting dalam kehidupan remaja-remaja saat ini? salah satunya adalah karena murahnya harga komunikasi saat ini.

yah, komunikasi dan pacaran bagi saya merupakan dua hal yang tidak bisa terpisahkan. banyak pendapat golongan muda-mudi yang berpacaran yang sering saya dengar yaitu, pacaran itu bisa langgeng asal dipenuhi dua syarat yakni kepercayaan dan komunikasi.

dari statement itu saja bisa saya tarik kesimpulan bahwa komunikasi sangat memegang peranan penting dalam perpacaran di Indonesia.

apa sebanbnya di tahun 1950-an pacaran masih dianggap suatu yang mewah bagi sebagian muda-mudi zaman itu? salah satunya karena komunikasi kala itu masih sangat mahal. surat dan telepon hanya beberapa alternatif yang bisa digunakan untuk memudahkan hubungan pacaran kala itu. pacaran tatap muka kala itu masih bisa dianggap sangat ganjil karena itu ada ketakutan untuk melakukan janjian di salah satu tempat.

tapi sekarang kita lihat, sarana komunikasi untuk pacaran jumlahnya seabrek, mulai dari sms, telepon, email, facebook, twitter, web cam, chatting dan yang lainnya. long distance relationship bukan lagi hal yang aneh sekarang ini.

dan akibatnya apa ??

kita lihat sekarang, apa sih yang ada dipikiran anak muda sekarang selain pacarnya? tiap jam, tiap menit, hampir tiap detik. sang pacar dalam gaya pacaran di indonesia harus memberikan kabarnya kepada pacarnya. saya temukan dalam beberapa kasus disekeliling saya, teman-teman saya dalam hal ini sangat berkegantungan dengan handphone, yang dominan ada dalam pikiran mereka hanyalah sedang apa cowoknya/ceweknya sekarang? sehingga komunikasi dengan pacarnya hampir dilakukan tiap menit. handphone kini layaknya sudah hampir sama fungsinya dengan makanan atau pakaian alias menjadi kebutuhan primer. hal ini lebih-lebih semakin didukung dengan banyak operator yang memberikan promosi sms murah, telfon murah, internetan murah dan lainnya yang menyebabkan apa? pikiran remaja-remaja sekarang menjadi sangat sempit hanya terkungkung dalam dunia pacaran karena mudahnya akses untuk berkomunikasi

PR, ujian, tugas kuliah, tugas di rumah menjadi nomor kesekian dalam keseharian remaja kebanyakan menurut pandangan saja, hidup mereka disibukkan dengan hp, sms, telfonan atau facebook-an. lalu apa jadinya jika ini terus berlangsung? tentunya kualitas sumberdaya manusia di Indonesia semakin menurun.

sedikit banyak menurut saya fenomena pacaran ini disebabkan karena murah dan mudahnya akses komunikasi sekarang.

 

Intimidasi siswa=pembunuhan karakter 2

December5

beberapa hari yang lalu saya bercerita tentang bagaimana keadaan di TK saya yang sedikit banyak mengubah karakter saya. bagaimana intimidasi dilakukan disana, yang membuat saya yang lugu ini menjadi pribadi yang berbeda.

dan ternyata intimidasi yang merubah karakter saya itu tidak hanya saya rasakan di TK, tapi juga di SD, SMP, SMA bahkan di bangku kuliah.

Pengalaman taman kanak-kanak saya sangat amat buruk, saya tidak ingat saya pernah bernyanyi-nyanyi riang di TK saya bersama teman-teman, saya tidak ingat masa-masa saya bermain seperti anak-anak TK sekarang. yang paling saya ingat hanyalah saat saya dikucilkan oleh teman-teman karena saya paling tua disana dan paling “bego”.

jujur saya sedih kenapa masa taman kanak-kanak saya begitu pahit ?? tidak ada canda tawa, tidak ada riang gembira, hanya masa-masa yang sangat suram ( lebaaaiiiii )

1 tahun saya menjalani TK saya akhirnya memasuki dunia sekolah dasar yang saya sangat idam-idamkan. saya ingat sewaktu kecil saya sangat ingin memakai baju putih merah seperti anak-anak SD dalam sinetron-sinetron. dan harapan saya akhirnya kesampaian. saya masuk SD di wilayah mampang prapatan, saat itu usia saya 6 tahun dan saya belum bisa apa-apa. saya tidak bisa menulis, membaca, dan mengeja. karena materi-materi tentang itu semua tidak saya tangkap dengan baik di taman kanak-kanak.

kata orang, dulu saat masuk SD muka saya penuh penderitaan. yah saya sadar, mungkin karena masa TK saya yang suram membuat tampilan output saya jadi melankolis sampai sekarang.

Awal-awal di SD jujur saya merasa sangat terpuruk. karena hampir semua teman-teman saya bisa baca tulis. sedangkan saya masih bingung membedakan mana sisi kanan dan kiri buku tulis. tapi ada satu hal yang hebat dalam tertatihnya perjalanan awal saya di SD, karena saya menemukan sosok guru yang luar biasa. namanya bu Sri. sangat jauh berbeda dengan guru-guru saya di TK bu Sri sangat telaten dan sabar mengajari saya. dia memberikan kata-kata motivasi bahwa saya sebenarnya anak yang pintar. saya mencoba dan mencoba terus karena bantuan beliau. hingga akhirnya pada suatu hari, tembok kebobrokan yang sudah dibangun rapi oleh guru-guru TK saya hancur sudah dengan satu unjukan jari.

hari itu, sepertinya hari senin. hari itu ada pelajaran mengenal tanda-tanda baca. saya saat itu sangat memperhatikan guru saya ( bu Sri ) menjelaskan dengan baik walaupun saya duduk di bangku paling pojok di sudut belakang denagn seorang teman yang tak kalah menyedihkannya dengan saya. karena dia juga “bego” seperti saya. belum mampu baca tulis, berbicara, bergeraka pun ia sulit karena badannya kelewat bongsor. namanya Linda. dia adalah sohib terbaik saya dimasa keterpurukan saya, walaupun kedekatan kami hanya dilakukan dengan komunikasi non verbal karena gerak mulutnya yang lambat, tapi hati kami mempunyai hubungan yang dahsyat sebagai sesama terisolir dan terkucilkan. waktu itu Ibu Sri, guru kesayangan saya memberikan beberapa pertanyaan kepada kami,

pertanyaan pertama ialah tentang apa fungsi dari tanda baca titik, dan semua teman-teman saya menjawab pertanyaan itu dengan sangat sempurna. lalu Bu Sri melanjutkan pertanyaannya mengenai tanda baca koma, tanda tanya, titik dua, dan berakhir di tanda seru

entah kenapa, ternyata teman-teman saya dikelas tidak mengetahui tentang fungsi tanda seru, dan anehnya saya sebagai makhluk terisolir karena “bego” mengetahui jawaban itu. dan entah kekuatan gaib darimana, saya mencoba mengangkat tangan saya kala itu dan menjawab ” tanda seru untuk perintah suruhan”

saya tidak tahu apakah jawaban saya benar atau tidak tapi saat itu bu Sri tersayang langsung mengajungkan dua jempol untuk saya dab berkata “benar”. saat itu sungging kemenangan terpancar dari bibir saya dan saya yakin teman-teman saya yang lain pasti iri. dan sejak kejadian itu saya merasakan ada yang lain dalam diri saya, seperti ada yang runtuh dan saya yakin itu adalah tembok ketidak percayaan diri yang telah dibangun di TK oleh guru-guru saya yang belum mengerti bagaimana menghadapi anak usia 5 tahun.

semenjak saat itu asumsi semua orang tentang saya mulai berubah. saya mulai dianggap “ada”, saya mulai melakukan komunikasi verbal dengan teman-teman yang lain, dan ternyata hal itu sangat menyenangkan dibandingkan dengan kontak batin yang selama ini saya lakukan denagn Linda.walaupun itu semua belum benar-benar merubah keadaan bahwa saya tetap menjadi makhluk terisolir yang duduk di kursi paling belakang di pojok kelas. tapi satu hal yang saya rasakan adalah kepercayaan diri yang sangat kuat kala itu, saya tahu saya bisa, saya tahu saya pintar.

 

intimidasi siswa=pembunuhan karakter

November28

menshare sedikit pengalaman saya yang sudah menginjakkan kaki di berbagai jenjang pendidikan. ternyata setelah saya review banyak sekali kebobrokan pendidikan kita yang harus segera diperbaiki.

di sini saya mau mengupas tentang intimidasi dan akibatnya bagi perkembangan karakter seseorang yang objek kajiannya adalah saya sendiri.

setelah saya review perjalanan hidup terutama pendidikan saya dari saya TK sampai di bangku kuliah saya menemukan intimidasi dimana- mana. dan setelah saya telaah karakter saya yang terbentuk sekarang banyak dipengaruhi oleh intimidasi yang saya dapatkan sejak TK.

TK saya terletak di Jakarta selatan, bukan TK yang terlalu bagus dan memang ternyata kualitasnya rendah. saat itu saya adalah murid tertua dikelas, saya tidak pernah merasakan TK nol kecil karena umur saya sudah terlalu tua saat itu saya langsung naik peringkat ke TK nol besar. saya akui dulu saya memang lemot, sampai saya lulus TK saya masih belum kenal huruf, membaca apalagi menulis. keahlian saya saat itu adalah mewarnai, beberapa kali saya liat arsip-arsip saat saya TK. gambar-gambar saya ternyata bagus-bagus, dan saya pernah mendapat juara 3 mewarnai se jaksel. tapi nilai mengeja, hitung-hitungan, menulis saja hampir semuanya nol besar, cuma ada beberapa nilai satu. yang saya pertanyakan saat saya buka arsip-arsip TK saya adalah kenapa guru-guru saya memberikan angka nol tersebut dengan tinta merah menyala dan sangat besar.

bagi saya ini merupakan satu penghinaan dan intimidasi kepada saya, apalagi perlu digaris bawahi saat itu saya masih TK. sampai saat ini banyak memori TK saya yang tidak saya ingat, tapi ada beberapa yang masih saya ingat dengan kuat, karena pahitnya memori itu bagi saya. saya dulu sering dihina oleh guru saja, saya masih ingat betul saat itu saya mendapat nilai nol dalam pelajaran dikte, nama saya dipanggil dan didepan semua anak-anak TK yang lain guru saya berkata ” kamu paling gede tapi paling bego” dan kata-kata itu masih terpatri dalam ingatan saya sampai sekarang. banyak teman-teman yang tidak mau main dengan saya karena saya “bego”. saya jadi anak yang sangat sensitif, saya sangat cengeng, tidak mudah bergaul, tertutup, dan pendiam. semua itu karena apa? karena respon negatif yang selalu saya terima oleh guru dan teman-teman saya saat itu.

to be continue…………

September29
IPB

IPB

belajar sisip gambar

September29
ok

ok

posting perdana

September29

posting perdana

Hello world!

September29

Selamat datang di Blog Mahasiswa IPB. Ini adalah postingan pertamamu. Edit atau hapus postingan ini dan mulailah menulis blog sekarang juga!